Gie

>> Sunday, 17 May 2009

semalem, mampir sebentar ke sarinah karena kelaperan setelah seharian bertualang di jakarta mencari part buat bikin DIY steadicam yang tak kunjung jadi karena nggak ada yang jual bahan - bahannya.

selesai makan, jadi inget pengen mampir ke musik plus. awalnya pengen nyari CDnya Frank Sinatra. Eh... pas liat - liat di bagian film - film indonesia, ternyata masih ada film Gie dan 3 Hari Untuk Selamanya. ya udah dah jadinya beli dua itu aja.

hari ini akhirnya gw bisa nonton sampe tuntas lagi film Gie. Kalo nggak salah ini yang ke tiga kalinya gw nonton nih film. Pertama di 21, ke dua di TV dan sekarang di VCD. Dan tiga kali nonton ini film, nggak ada bosen - bosennya gue nonton dari awal sampe akhir. Mungkin emang gitu kali ya ciri film bagus? nggak bosen di tonton berkali - kali.

Nonton film ini jantung gue berdetak kencang dan serasa pengen loncat setiap kali melihat cara pengambilan gambar, pencahayaan, komposisi, tone dan semuanya yang membuat film ini meraih Sinematografi Terbaik di FFI 2005. Jatung dan Hati gw berontak, berteriak : Kapan bisa bikin yang seperti ini?



ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin menghabiskan waktuku disisimu sayangku
bicara tentang anjing - anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga - bunga yang manis di lembah pandalawangi

ada serdadu - serdadu amerika yang mati kena bom di danau
ada bayi - bayi yang mati lapar di biavra
tapi aku ingin mati disisimu manisku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya - tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari sini sayangku, kalian yang pernah mesra
yang pernah baik dan simpati padaku
tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
kita tak pernah menanamkan apa - apa
kita tak pernah kehilangan apa - apa

Read more...

cinema crop?

>> Wednesday, 13 May 2009

kira2 segini dah kali ya?

HD 720p :
1280 x 720

Active area = 1280 x 540 | 16:6.75
Crop atas/bawah = 1280 x 90 / 16:1.12

HD 1080p
1920 x 1080

Active area = 1920 x 810 | 16:6.75
Crop atas/bawah = 1920 x 135 / 16:1.12

Read more...

Romeo Juliet

>> Wednesday, 29 April 2009

di luar kualitas gambar, cara pengambilan gambar, dan hal teknis lainnya. Romeo Juliet (versi Jakmania Vs Viking) sangat layak buat di tonton... (film ini ngebuktiin ke gw, Dalam film... Cerita adalah segalanya. Teknis yang biasa - biasa aja dan cenderung banyak kekurangan, di mata penonton nggak bakalan keliat kalo ceritanya bagussssss!!)

Read more...

Tentang "Knowing"

Ah... akhirnya kesampaian juga nonton knowing huahahaha. setelah dua kali gagal gara - gara gak dapet tempat (maksudnya tempatnya penuh molo, sisanya di depannnnn ahahaha)

gokil, ceritanya mantap, penggarapannya gokil, dan music/sound effect/apaanlah itu namanya; Dahsyat!!. Gara - gara nonton nih film gw semakin yakin bahwa peranan music director sangat... Penting!! Musiclah yang menghipnotis penonton sehingga membawa pentonton terhisap mood yang sedang terjadi. Gile ye?

gue jadi inget kemarin minggu nonton acara di TV trus bintang tamunya Adi MS. disitu dia bercerita bahwa musik dapat mempengaruhi detak jantung manusia. Dan ternyata emang bener lho. Coba deh lu inget - inget saat nonton film horror, pasti musiknya berdetak - detak dengan kencang gitu. Dan jadinya jantung kita juga jadi ikut berdebar - debar. Atau film action? pasti pas adegan action yang menegangkan musiknya juga ikutan jadi makin keras. Gitu juga buat film drama mellow, pas adegan menyedihkan musiknya juga ikut mendukung dengan alunan nada - nada yang memilukan dan bisa bikin merinding.

Gile ye? makin sadar gw bahwa peranan musik itu penting banget dalam sebuah film. Karena musik itu seperti yang gue bilang di depan, musik itu semacam penuntun mood. Agar mood penonton itu terbawa cerita yang sedang di sajikan. Coba bayangin filmnya lagi sedih, musiknya ceria? hahaha...

oh iya balik ke "Knowing" ada satu music / penataan sound yang baru kali ini gw rasain di sebuah film (atau mungkin dulu - dulu setiap kali nonton gw nggak pernah perhatiin ya?) di Adegan pas, si anak yang cewek dan cowok lagi di dalem mobil. Trus para "alien" ngedeketin anak - anak itu kan mereka dibisikin gitu tuh... coba lu dengerin baik - baik deh itu bisikan. gile... Muter cing... itu suara kayak bener - bener muterin gue gitu.

Gue sih paling berasanya pas di akhir - akhir bisikan, kan tinggal satu suara (selang - seling) tuh. Dan itu bener - bener berasa muter tuh suara - suara. Kadang di kiri depan, trus ganti lagi ke Kiri tengah, ganti lagi ke kiri belakng atau kadang pindah ke sebelah kanan. Emang sih itu suara nggak begitu lama, tapi bener - bener itu suara sengaja di atur dimana tuh suara bakalan berbunyi. Gileeeee... detail banget tuh Sound/Music Directornya.

Read more...

Diskon? kok bisa? nih dia salah satu jawabannya

>> Sunday, 26 April 2009

nemu satu lagi tulisan bagus di milis CCI, tentang pemasaran / strategi penjualan, kali aja gw jadi bikin usaha dagang ato restoran gitu hahaha. Nih dia tulisannya :


Halo Raden Astra yang analisanya hebat,

Saya berasal dari masyarakat bawah menengah. Saya ga begitu ngerti soal Crocs-crocsan, tapi saya beruntung punya keluarga yang punya jiwa entrepreneur dan berkali-kali berkesempatan magang di perusahaan yang mengizinkan saya mengintip manajemen bisnisnya.

Setahu saya ada tiga pendekatan dalam memberi diskon gila-gilaan kepada konsumen:

1. Motif Target

Biasanya harga barang produksi massal tidak dipatok dari harga beli dalam jumlah banyak lalu dibagi banyak barang. Contohnya Orangtua saya pernah bisnis jangkrik. Dia membeli 50 ribu untuk seribu ekor jangkrik. Saya yang polos dengan mudah bisa menebak bahwa harga pokoknya adalah 50 ribu / 1000 = Rp 50.

Tapi orangtua saya bilang "Oh, bukan begitu caranya. Kita tentukan bahwa jangkrik ini hanya diserap 500 ekor." Lalu saya bertanya "Buat apa sisa 500 lagi?". Orangtua saya menjawab "250 untuk bersiap kalau si penjual salah hitung, 250 untuk bersiap kalau di perjalanan banyak yang mati".

"Lalu kalau tidak ada yang mati dan tidak salah hitung, bagaimana?" Saya bertanya.

"Itulah saat untuk menaikkan angka penjualan (behaviour) dan menggaet konsumen baru (awareness). Kalau target 500 sudah terlewati, saatnya kita berpromosi dengan 500 sisanya."

Demikianlah akhirnya harga pokok jangkrik Rp 100. Saat angka 500 sudah tercapai, kami memotong setengah harga dan kadang melebihkan hitungan jangkrik per bungkus. Bisa pula memberi makan gratis untuk pelanggan yang datang membawa sendiri burungnya. Everybody's happy.

In the end, harga jangkrik di warung kami termasuk yang paling mahal (image bagus), tapi jumlah pelanggan tetap naik.

2. Motif Penyusutan

Ibu saya pernah jualan es. Ia menitipkan es dengan sistem target. Dari 100 es yang dititipkan, dia akan memberi komisi Rp. 500 untuk 50 es pertama yang dijual. 50 es sisanya, si distributor boleh mengambil semua uang penjualan.

Setelah siang hari, target tidak tercapai. Maka si penjual segera membagi-bagikan esnya gratis. Saya heran "Kenapa tidak dilarang? Itu kan merusak harga dan image produknya? Lalu apa dia tidak rugi, malah memberi uang penjualan ke Ibu tanpa komisi?"

Ibu saya menjawab "Semakin lama es itu disimpan di distributor, akan semakin terbebani dia dengan biaya listrik. Barang itu sudah jelas tidak laku untuk sehari ini. Sore hari orang tidak tertarik lagi untuk beli es. Lebih baik dia kosongkan kulkas lalu berjualan barang yang lebih menguntungkan."

"Dengan membagikan es gratis, ia mendidik calon konsumen yang belum percaya untuk merasakan (awareness) dulu enaknya es itu (kognitif) . Kalau mereka sudah naksir dengan rasanya, besok es itu bisa dijual lebih mahal dan lebih laris. (behaviour)"

Saya tidak tahu Crocs itu bahannya apa. Saya cuma anak ndusun yang beli sepatu di murahan aja perlu nawar dulu. Tapi kalau itu karet dan kulit, berarti memang wajar kalau di akhir masa penjualan akan segera diobral.

Kenapa? Karet dan kulit yang tersimpan terlalu lama di gudang akan kehilangan sifat getas. Akibatnya produk jadi tidak nyaman lagi dipakai (image turun). Lebih baik segera enyahkan barang itu dari gudang secepatnya daripada sibuk menjaga image namun akhirnya malah tidak laku dijual dengan harga berapapun."

3. Motif "Menipu"

Saya paling benci dengan tips marketingnya Tung Desem Waringin, karena sifatnya membodohi konsumen. Tapi ada beberapa poin yang saya suka.

Salah satu yang jadi favorit saya adalah: "Semua orang suka barang mahal. Tapi mereka lebih suka lagi harga murah".

Maksudnya adalah buatlah image seolah barang yang sebenarnya murah itu seperti barang mahal, biarkan orang menyangka untuk beberapa saat bahwa barang itu memang pantas dibeli mahal (image). Lalu setelah orang benar-benar menyangka barang itu mahal dan mereka menyerah untuk membelinya, maka saat itulah perlu diadakan diskon.

You wont loose anything, karena barang itu aslinya murah. Dengan diskon, image mahal tidak akan hilang. Orang tidak akan berpikir bahwa dengan harga didiskon lalu barang itu jadi murahan. Yang mereka tahu mereka berhasil beli barang mahal dengan harga semurah mungkin.

Konsumen akan merasa mereka "pintar" dan punya kepercayaan diri untuk bilang "Hahahaha lihat nih, gw beli iPhone 3 juta, lah elu belinya 9 juta". Lalu temannya tanya "Lah emang lu beli di mana?". Si konsumen dengan sukarela bilang "di XXXX!". Terus dia datang ke XXXX, ternyata harganya udah mahal lagi. Dia tidak akan protes, dia akan bilang "GIla Mann... Gw telat! Terus kapan kira-kira ada diskon lagi?".

There goes the image.

========
- In the end, tujuan utama perusahaan tetap mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Image diciptakan hanya sebagai alat jual. Ga ada karyawan hidup dengan makan image. We create image TO SELL.
- semoga tulisan ini bisa jadi inspirasi buat bikin ad yang bagus buat crocs dan TKAnya. :)
========

salam,
hariadhi
desainer sinting



thanks buat bung hariadhi (http://hariadhi.wordpress.com) yang udah ngebolehin tulisannya gw quote :)

Read more...

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP